22 Mei 2020

Pilihlah Kendaraanmu untuk Pergi Belajar!

 Bismillahirrohmanirrohiim

Maha Suci Allah yang ilmu-Nya tiada banding, Yang Maha Menciptakan lagi Maha Memelihara,Yang Mencukupi Segala Ciptaannya.

“Tidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk (kepentingan) mu dan menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir dan batin. ... .[QS. Luqman (31):20]

            Allah Subhanahu wa Ta’ala meluaskan lautan. Di dalamnya terkandung kekayaan laut yang berlimpah. Di laut hidup beragam hewan laut yang dapat kita makan, beragam tumbuhan laut, juga terumbu karang. Dari laut dapat kita peroleh garam, mutiara, juga minyak bumi. Allah tundukkan pula lautan sebagai tempat berlayarnya kapal-kapal untuk dikendarai. Allah berfirman: “Tuhanmulah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari karunia-Nya. Sungguh,  Dia Maha Penyayang terhadapmu.” [QS. Al-Israa (17):66]. Lautan diciptakan Allah untuk kepentingan hidup manusia.


     Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan bumi sebagai hamparan  yang kokoh untuk tempat manusia tinggal.   Manusia belajar, berjalan, bercocok tanam, dan beraktivitas lainnya di bumi. Jalan-jalan untuk perhubungan antar daerah dibuka agar manusia bertemu, saling kenal, saling belajar, dan berniaga. Allah berfirman: “(Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan menjadikan jalan-jalan di atasnya bagimu, dan yang menurunkan air (hujan) dari langit”. Kemudian Kami tumbuhkan dengannya (air hujan itu) berjenis-jenis aneka macam tumbuh-tumbuhan.” [QS. Thaahaa (20): 53]



Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan langit sebagai atap bumi. Allah berfirman: “Allah-lah yang menjadikan bumi untukmu sebagai tempat menetap dan langit sebagai atap. ...” [QS. Gaafir (40): 64]. Di  dekat permukaan bumi, Allah anugerahkan lapisan udara troposfer. Lapisan ini mengandung banyak oksigen untuk nafas manusiaDi lapisan ini pula, Allah izinkan pesawat terbang sebagai kendaraan manusia.


  Ketahuilah, Allah ilhamkan kepada manusia dan menolongnya agar mampu membuat beragam kendaraan pengangkut manusia, hewan, dan barang. Lihatlah ada beragam kendaraan di sekelilingmu, bukan? Di laut ada kapal, perahu, rakit. Di darat dapat Kau temukan kendaraan apa saja? Kendaraan yang bergerak di udara, apa saja? 

Insya Allah, di masa depan akan ada kendaraan baru yang berhasil Kau buat atas pertolongan Allah. Allah berfirman bahwa Dia menciptakan apa yang tidak diketahui manusia: “dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai, untuk kamu tunggangi dan (menjadi) perhiasan. Allah menciptakan apa yang tidak kamu ketahui.” [QS. An-Nahl (16):8].


Alhamdulillah.

 Lihat pula: https://erde-matabaru.blogspot.com/2019/01/mengenal-allah-yuk-nak-seri-al-aliim.html

15 Mei 2020

Allah Menyukai Orang yang Mengamalkan Ilmunya

Bismillahirrahmanirrahim


Perhatikanlah dua anak pada foto. Terlihatkah seorang anak membantu temannya  mengikat tali sepatu? Anak itu tahu cara mengikat tali sepatu. Ia melihat temannya kesulitan, lalu dengan sigap membantu.




Dapatkah Engkau mengikat tali sepatu? Mengetahui cara mengikat tali sepatu diperoleh dengan belajar. Mengikat tali sepatu adalah ilmu yang baik dan bermanfaat, maka harus diamalkan. Diamalkan untuk diri sendiri dan diamalkan untuk orang lain.

Bagaimanakah cara mengamalkan untuk diri sendiri? Bila memakai sepatu bertali, maka talinya diikat dengan baik dan benar. Namun, bila talinya diikat serampangan atau tidak diikat, berarti tidak mengamalkan pengetahuan yang dimiliki.


Bagaimanakah pula cara mengamalkannya untuk orang lain? Bisa seperti yang dicontohkan anak pada foto, yaitu membantu teman menalikan sepatu. Bisa pula dengan mengajarkan cara mengikat tali sepatu kepada orang lain yang belum bisa melakukan.

Janganlah berdiam diri bila melihat teman kesulitan mengikat tali sepatu. Janganlah pula berdiam diri bila mengetahui orang lain belum tahu cara mengikat tali sepatu. Ajarkanlah kepada mereka dengan ikhlas. Sehingga mereka menjadi seperti dirimu, tahu cara mengikat tali sepatu. Itulah namanya mengamalkan ilmu kepada orang lain.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyukai orang-orang yang mengamalkan ilmunya dengan ikhlas. Allah akan melapangkan jalan baginya untuk meraih ilmu yang lebih tinggi. Masya Allah, berarti orang yang mengamalkan ilmunya akan semakin pandai, bukan? Tahukah, bahwa orang yang banyak ilmunya akan semakin taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.  Ia semakin patuhpada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Inginkah Engkau menjadi semakin berilmu?

Setiap hari Allah Subhanahu wa Ta’ala menganugerahkan ilmu kepada kita. Cobalah ingat, apa saja yang telah Engkau pelajari di surau di rumah, di kelas? Itulah ilmu karunia Allah.


Rasullullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam berpesan, “Ikatlah ilmu dengan tulisan.” Artinya tulislah ilmu yang dipelajari. Mengapa ilmu ditulis?
· Karena ilmu yang ditulis akan lebih melekat di benak pemilik ilmu;
· Agar kita dapat membaca ulang di kemudian hari. Ilmu yang sering dibaca menjadikan kita semakin paham tentang ilmu tersebut;
· Agar ilmu dapat dibaca orang lain untuk dipelajari.


Teruslah Belajar, Nak!
Teruslah amalkan dengan ikhlas ilmu yang dikaruniakan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadamu.
Ucaplah Bismillahirrahmanirrahim sebelum belajar. Ucaplah Alhamdulillah setelah belajar
Insya Allah, akan Engkau dapatkan ilmu yang penuh keberkahan. Aamiin.”


lihat juga:


Alhamdulillah

08 Mei 2020

Allah Menempatkan Orang yang Berilmu pada Derajat yang Tinggi

Bismillahirrahmanirrahim


“Dapatkah Kau baca Surat Al-’Alaq ayat 1 sampai 5, Nak”?


Itulah ayat-ayat Al-Qur’an yang pertama kali diturunkan kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Diawali dengan Iqro’, artinya Bacalah!
Apa yang dimaksud “Bacalah!”? Maksud “Bacalah!” adalah belajar. Belajar adalah kegiatan membaca lalu dilanjutkan berpikir agar paham. Setelah paham, kita  jadikan sebagai petunjuk dalam perbuatan menuju ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.      
Kita harus belajar apa? Belajar Al-Qur’an!1) Pada Al-Qur’an terkandung ilmu tentang agama Allah Subhanahu wa Ta’ala, satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi. Al-Qur’an adalah pedoman kita dalam menjalani kehidupan agar berada dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.  “Pada Al-Qur’an termuat berbagai macam ilmu pengetahuan yang merupakan penopang kehidupan seluruh umat manusia” (Ensiklopedi Mukjizat al-Qur’an dan Hadis No.7 hal.4)


Kita dapat menggali sebanyak-banyaknya ilmu pengetahuan itu dengan cara mempelajari ciptaan-Nya. Kemanapun mata memandang, kita melihat ciptaan Allah. Bumi dengan segala isinya, dan benda-benda langit yang terdapat di ruang angkasa.2)  Termasuk mempelajari diri sendiri yang telah Allah ciptakan dalam bentuk sebaik-baiknya.3)
Alam semesta termasuk kita merupakan bukti kekuasaan, keagungan, dan keindahan Allah Yang Maha Pencipta. “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? [QS. Fusshilat (41): 53]. Mempelajari berbagai ciptaan Allah akan menambah keteguhan iman bahwa manusia diciptakan semata-mata untuk beribadah kepada  Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Bagaimana cara mempelajari alam semesta dan diri sendiri? Dengan cara memperhatikan, meneliti, merenungkan, mengingat, juga membaca karya tulis para alim ulama serta ilmuwan. Allah memberi ilmu kepada orang-orang yang belajar. Allah menempatkan orang-orang yang berilmu pada derajat yang tinggi. “... Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat. dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan”. [QS. Al-Mujaadalah (58): 11]

Allah Maha Mengetahui.
Agar manusia dapat belajar, Allah menganugerahkan pendengaran, 
penglihatan, hati (qolbu), dan kemampuan berpikir (akal/al-’aql). 
Masya Allah, betapa Allah menyayangi kita.

 Bacalah: 1)  Seri Al-Kariim halaman 2;
2)  Seri Al-Malik; 
3)  Seri al-Khaaliq.



01 Mei 2020

Al-'Aliim

Bismillahirrahmanirrohim



Allah Maha Mengetahui

Allah Pencipta segala sesuatu.
Ia mengetahui segala sesuatu yang diciptakan-Nya.
Baik yang nampak, yang tersembunyi, atau yang samar,
Allah mengetahui segala sesuatu secara terperinci.
Ilmu Allah maha luas, tak terjangkau akal pikiran.
Seandainya lautan menjadi tinta untuk menulis ilmu Allah,
pasti tidak cukup untuk menulisnya meski ditambah sebanyak itu pula.
Karena Rahmat-Nya, Allah membagi sedikit ilmu-Nya
kepada makhluk-Nya, termasuk manusia.
... Yaa Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku[QS. Thaahaa (20):114]






lihat pula: