04 Januari 2021

Tanggung Jawab Siapa?

 Bismillahirrohmanirrohim


Ada empat orang, masing-masing bernama

Semuaorang, Seseorang, Siapapun, dan Takseorangpun

 

Mereka diserahi tugas penting yang harus diselesaikan

Dan Semuaorang diminta untuk menyelesaikannya

 

Semuaorang yakin bahwa Seseorang akan bersedia melaksanakannya

 

Semuaorang dapat menyelesaikannya, tetapi nyatanya

Takseorangpun melakukannya

 

Seseorang menjadi jengkel karenanya

Sebab seharusnya tugas itu menjadi tanggungjawab Semuaorang

 

Semuaorang mengira Siapapun bersedia melakukannya

Tetapi tak Seorangpun menyadari bahwa Semuaorang mau melaksanakannya

 

Cerita ini berakhir ketika Semuaorang menyalahkan Seseorang

Pada saat Takseorangpun telah mengerjakan apa yang seharusnya dilakukan oleh Siapapun.

 

Terjemahan bebas: MAI


Lihat pula:  Pribadi Unggul https://erde-matabaru.blogspot.com/2020/02/pribadi-unggul.html

Ayo Nyanyi, Dong Bu

Oleh Mohammad Agil Ichsan

Bismillahirrohmannirrohim

Dunia pendidikan menyadari bahwa setiap anak manusia sejak dilahirkan telah dibekali potensi kecerdasan jamak oleh Sang Maha Pencipta. Satu di antara kecerdasan jamak tersebut ialah kecerdasan ritmik/musik. Karena itu, pembelajaran yang berbasis kecerdasan jamak tersebut berusaha memberi peluang bagi pengembangan potensi kecerdasan ritmik/musik. Termasuk di dalamnya musik, seni suara, seni tari.

Tujuan kegiatan pembelajaran seni, antara lain untuk mengasah apresiasi anak akan rasa keindahan sejak usia dini. Kecerdasan ritmik/musik ini merangsang perkembangan belahan otak kanan anak yang berkaitan dengan perkembangan kreatif, kepekaan perasaan, irama, warna, pengembangan sosialisasi dan kepribadian anak. Bila rasa keindahan telah berhasil merasuki relung hati setiap anak, mereka akan peka terhadap nilai-nilai: keluhuran budi pekerti, rasa empati, dan menghargai sesama. Dengan bekal itu, kelak mereka mudah beradaptasi dengan lingkungannya.


Mengapa Anak-anak Senang Menyanyi

Pada umumnya, sejak usia dini setiap anak senang menyanyi. Indikatornya, antara lain, selagi masih dalam buaian mereka mudah tertidur pulas oleh alunan lagu nina bobok yang didendangkan oleh si ibu. Mereka suka bergumam menirukan lagu yang mereka dengar. Menjelang usia 4-5 tahun, anak-anak biasa menggerak-gerakkan kepala, mengetukkan jari tangan, dan menghentakkan kaki mengikuti irama lagu. Setelah mereka fasih mengucapkan kata-kata, dan memahami makna kata/kalimat, anak usia dini itu mulai menirukan lagu yang mereka dengar. Dorongan kecerian dari dalam lubuk hatinya mereka luapkan dengan menyanyi, menyuarakan suasana hati mereka. Lebih-lebih bila lagu yang mereka nyanyikan bercerita tentang alam pikiran mereka, dan pengalaman sehari-hari yang mereka jalani.

Jiwa dan perasaan anak-anak mudah untuk diajak membayangkan sebuah kebuh yang pernah mereka lihat. Lagu Kebunku, misalnya dapat mengantarkan imajinasi anak menjelajahi dunia khayal tentang keindahan aneka warna bunga yang sedang bermekaran di taman. Anak-anakpun cepat merespon saat perasaan mereka tersentuh oleh alunan nada dan lirik lagu Kasih Ibu. Mereka merasa seakan-akan sedang mendapat belaian tangan sang ibu yang penuh kasih sayang.


Kriteria Lagu Anak

Keindahan alunan nada sebuah lagu dan liriknya mudah meresap ke dalam jiwa dan perasaan setiap anak usia dini. Mereka mendengarkan dengan penuh nikmat dan ikut menyanyi bila lagu tersebut mencerminkan ungkapan jiwa, alam pikiran mereka sendiri. Setiap anak pasti segera tanggap ketika mereka diajak menyanyikan lagu-lagu yang sesuai dengan tuntutan perkembangan jiwa mereka.

Amatilah saat anak-anak sedang mendendangkan: "Doddoli doddoli bret, suara mobilku / rodanya dari karet / warnanya biru".  Atau lagu berikut ini: "Kring... kring...kring... ada speda / spedaku roda tiga / kudapat dari ayah karena rajin belajar". Ternyata lagu-lagu dari khazanah lagu anak-anak yang sudah puluhan tahun berkumandang masih tetap mereka senangi. 

Mengapa mereka bergairah untuk menyanyikan lagu-lagu tersebut? Mereka merasa senang menyuarakan bisikan hati sendiri, alam pikiran mereka serta pengalaman keseharian dari kalangan anak-anak itu sendiri. Lagu-lagu tersebut mengandung susunan nada yang sederhana sehingga mudah dinyanyikan. Pilihan kata pada liriknya menampilkan kosa kata yang akrab dengan dunia anak-anak, mudah dicerna dan gampang diingat. Lagu-lagu sejenis itulah yang membuat anak senang menyanyi. Irama, alunan nada serta liriknya memang pas buat mereka. 

Karena itu, ajarkan kepada anak-anak usia dini lagu-lagu yang membuat mereka suka menyanyikannya. Ajaklah mereka menyanyikan lagu yang mampu menciptakan suasana gembira, dan membangkitkan optimisme. Pilihlah untuk mereka lagu yang digali dari dunia anak-anak, mengembangkan imajinasi anak, dan bercerita tentang dunia seputar mereka. sayangnya, nyanyian yang memenuhi kriteria sebagai lagu anak-anak tidak mudah didapat. Atau apakah karena sebagian pendidik anak usia dini kurang gigih memilih dan memilah-milah nyanyian mana yang sesuai dengan perkembangan jiwa anak?

Seharusnya para pendidik menyadari bahwa menyanyi dapat memberi rangsangan prikologis untuk membangkitkan kegembiraan pada anak-anak. Saat mereka menyanyi, keceriaan hati mereka terpantul pada wajah dan gaya mereka. Kegembiaraan anak-anak itu terekspresikan melalui bahasa tubuh mereka. Tanpa mereka sadari, saat mereka melantunkan lagu, tubuh dan kepalanya ikut bergoyang ke kiri dan ke kanan. Rangsangan syaraf dari otak menyebabkan mereka menyanyi sambil diiringi tepukan tangan dan hentakan kaki mengikuti irama lagu. Imajinasi mereka terbawa oleh alunan nada yang merdu sambil meresapi pesan yang terkandung dalam lirik lagu.


Nyanyian sebagai Metode Pembelajaran

Kalau menekuni berbagai lirik lagu, pasti disadari bahwa lagu anak-anak mengemban misi pendidikan. Cakupan pesan yang terngkap pada lirik lagu anak-anak amat luas. Lewat lagu, anak diajak belajar membilang dan mengenal urutan bilangan. Simaklah lagu: 1,2,3,4 ciptaan Pak Kasur: "Satu dua, tiga empat lima enam tujuh delapan". Lirik lagu: "Satu ditambah satu sama dengan dua", dan seterusnya. Juga lirik berikut ini: "Satu-satu aku sayang ibu, dua-dua juga sayang ayah, tiga-tiga sayang adik kakak, satu dua tiga sayang semuanya". Pendidik anak usia dini dapat memanfaatkan nyanyian tersebut sebagai metode pembelajaran sub kompetensi kecerdasan logika/matematika.

Siapa yang menyangsikan penanaman semangat cinta tanah air pada lirik lagu Berkibarlah Benderaku, ciptaan Ibu Sud? Sejak usia dini anak disadarkan agar mereka siap membela bangsa dan negara: "siapa berani menurunkan engkau, serentak rakyatmu membela ..."

Pelajarilah lirik lagu-lagu: Pelangi; Ambilkan Bulan, Bu; Hujan-hujan; Bintang Kejora, semuanya ciptaan AT Mahmud. Lagu-lagu tersebut dapat digunakan sebagai metode pembelajaran kecerdasan spiritual. Lirik lagu Di Stasiun; Kereta Api; Naik Kereta Api; Becak ternyata pas untuk pembelajaran bertemakan transportasi. Kecerdasan naturalis dapat pula memanfaatkan lagu dan lirik Paman Datang; Anak Gembala; dan Kelinciku. ***


Alhamdulillah

Kebenaran dan kesempurnaan hanya milik Allah Subhanahu wa Ta'ala.