25 Desember 2020

SMA Negeri 3 Surabaya Jalan Gentengkali 33 Surabaya, Dalam Kenangan

Oleh: Mohammad Agil Ichsan (2 Feb 1935 - 26 Sep 2020).

(Ini adalah tulisan beliau (ayahanda), seorang Guru SMA Negeri 3 Surabaya Jalan Gentengkali 33 Surabaya). Ditemukan dalam kumpulan file beliau. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala karuniakan ampunan dan ridho-Nya kepada beliau dan ibunda Rr. Sri Wartinah. Aaamiin)





Bismillahirrohmanirrohim

SMA Perjuangan untuk Menampung Para Pelajar Pejuang Kemerdekaan

Setelah perang kemerdekaan usai pada akhir tahun 1949, para pelajar pejuang kemerdekaan yang tergabung dalam Tentara Pelajar (Brigade 17), TRIP, dan organisasi tentara pelajar yang lain, kembali ke bangku sekolah. Para pelajar sekolah menengah (pertama atau atas) di beberapa daerah,  merasa terpanggil untuk berjuang bersama para pemuda pejuang yang lain. Mereka rela meninggalkan bangku sekolah untuk ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan negara. Tatkala tugas membela negara telah selesai, mereka ingin melanjutkan kembali pendidikan mereka di SMP atau di SMA.

Karena itu, pemerintah menyediakan fasilitas pendidikan yang sesuai bagi para pelajar pejuang ini. Setelah sekian tahun meninggalkan bangku sekolah, mereka tidak mungkin digabungkan dengan para pelajar SMP atau SMA reguler yang sudah ada. Apalagi mereka harus menyesuaikan diri dengan suasana baru setelah mengalami situasi menegangkan di medan tempur yang baru saja mereka tinggalkan.

Maka di beberapa kota, termasuk Surabaya dibukalah SMA Perjuangan untuk menampung hasrat para pelajar pejuang yang ingin melanjutkan pendidikannya. SMA Perjuangan tersebut menempati beberapa ruang kelas di kompleks Wijayakusuma pada sore hari. Dari tahun ke tahun, para pelajar pejuang itu berhasil menyelesaikan pendidikannya. Akhirnya tidak ada lagi eks pelajar pejuang yang masih menuntut ilmu di SMA Perjuangan itu. Hal tersebut terjadi sekitar tahun 1952. Sejak itu, SMA Perjuangan Surabaya mulai menerima lulusan SMP dari kalangan pelajar umum. Di antara pelajar umum yang diterima di SMA Perjuangan tersebut adalah Bapak Zainul Arifin dan Ibu Sunarti. Beberapa tahun kemudian, keduanya menjadi guru Ilmu Pasti dan Bahasa Inggris pada SMA III B.


SMA Perjuangan menjadi SMA Negeri III B

Pada awal tahun 1950, di kota Surabaya hanya ada dua SMA Negeri. SMA Negeri I A (Jurusan Sastra/Bahasa) dan SMA Negeri II B (Jurusan Eksakta. Maka ketika SMA Perjuangan mulai menerima lulusan SMP dari kalangan pelajar umum, SMA Perjuangan tersebut menjadi SMA Negeri III B (Jurusan Eksakta).

Ribut-ribut akibat tuntutan kembali Irian Barat ke pangkuan Republik Indonesia, sesuai dengan hasil persetujuan Konperensi Meja Bundar, menyebabkan hubungan antara Indonesia dengan Belanda memburuk. Demonstrasi yang dilakukan oleh berbagai kalangan untuk memperkuat tuntutan pemerintah RI agar Belanda segera mengembalikan Irian Barat makin marak. 

Masyarakat makin gencar melakukan aksi pengusiran warga negara Belanda yang bekerja di beberapa perusahaan atau kantor pemerintah. Suasana yang menegangkan ini membuat masyarakat Belanda yang sudah bermukin di Indonesia sejak beberapa generasi mulai resah. Mereka merasa tidak betah lagi tinggal di Indonesia. Maka pada akhir dekade tahun 50an terjadilah eksodus warga negara Belanda pulang ke negerinya. 

Akibat peristiwa ini, beberapa sekolah khusus, yang semula hanya untuk anak-anak Belanda mulai ditinggalkan murid-muridnya. Mereka ikut pulang ke negerinya bersama orangtua mereka. Salah satu sekolah tersebut ialah Surabayasche School Vereneging (SSV) atau Persatuan Sekolah-sekolah di Surabaya. Sekolah ini merupakan sekolah berasrama dari tingkat Sekolah Dasar sampai dengan SMA, yang beralamat di jalan Gentengkali 33 Surabaya.

Lalu gedung SSV tersebut diambil alih pemerintah. Sebagian bangunan yang luas dan megah itu dimanfaatkan sebagai Kantor Perwakilan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan  Provinsi Jawa Timur. Sebagian lagi diserahkan kepada SMA Negeri III B. Sejak saat itu, SMA Negeri III B boyongan dari kompleks Wijayakusuma ke jalan Gentengkali. maka mulailah era SMA Negeri III B, Gentengkali 33 Surabaya.

Pada waktu itu, SMA Negeri III B menempati enam ruang kelas di lantai bawah yang memanjang dari arah Timur ke Barat. Di bagian belakang, di arah Selatan, ada dua ruang kelas yang bangunannya terpisah. Selain itu ada lagi 6 ruang kelas, membujur dari arah Selatan ke Utara, termasuk tiga ruang kelas, ruang praktikumm Kimia & Fisika, ruang paktikum Biologi, gudang kecil, dan sebuah ruang untuk tata usaha. Di bagian Utara masih ada tiga ruangan lagi: satu ruangan untuk Kepala Sekolah, satu ruang kelas, dan satu lagi untuk ruang praktek memasak. Di bagian depan (Timur) terdapat ruang aula dengan peralatan senam yang lengkap, dan dapat digunakan untuk ruang pertemuan atau pertunjukan kesenian. Gedung SSV tersebut memiliki fasilitas yang sangat memadai termasuk mebeulair yang baik untuk menunjang kegiatan pendidikan.




SMA Negeri III B mulai Membangun Citra sebagai Sekolah Favorit

Menjelang akhir tahun 50an, di Surabaya hanya ada 6 SMA Negeri, yaitu SMA Negeri I A (Bahasa); SMA Negeri II B, SMA Negeri III B, dan SMA Negeri V B (Eksakta); dan SMA Negeri IV C dan SMA Negeri VI C (Sosial). Maka terjadilah persaingan adu gengsi sesama SMA Negeri jurusan Eksakta (SMA Negeri II B, SMA Negeri III B, dan SMA Negeri V B).

Dari tahun ke tahun, SMA Negeri III B makin menunjukkan prestasi, baik di bidang akademik maupun olahraga dan kesenian. Tidak sedikit lulusan SMA Negeri III B yang diterima sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran UNAIR, yang kala itu sebagai satu-satunya universitas negeri di Surabaya yang menerima lulusan SMA Jurusan Eksakta. SMA Negeri III B makin diminati oleh masyarakat sehingga menjadi pilihan lulusan SMP.

Harus diakui, bahwa SMA Negeri III B bukan sekolah yang penuh gebyar, yang banyak diminati oleh orangtua dari kalangan pejabat pemerintah atau kalangan the have. Lulusan SMP dan orangtua murid yang memilih SMA Negeri III B pada umumnya dari kalangan menengah ke bawah. Tapi keunggulan SMA Negeri III B ialah disiplin belajar yang ketat. Hasilnya: para palajar SMA Negeri III B mampu meraih prestasi demi prestasi, baik di bidang akademik maupun olahraga. Lulusan SMA Negeri III B makin banyak diterima di universitas negeri yang bergengsi di Bandung, Jakarta, atau Jogyakarta. ***

  • Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala karuniakan hikmah pada siapapun yang membaca ini.
  • Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala karuniakan Ridho-Nya dan Surga-Nya tanpa hisab kepada para insan pendidik SMA Negeri III Gentengkali 33 Surabaya. 
  • Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala karuniakan kemuliaan dari sisi-Nya kepada para murid dan orangtua murid SMA Negeri III Gentengkali 33 Surabaya.
  • Aamiin.


Alhamdulillah

Kebenaran dan kesempurnaan hanya milik Allah Subhanahu wa Ta'ala.

lihat pula: Menjadi Pribadi Unggul: https://erde-matabaru.blogspot.com/2020/02/pribadi-unggul.html






24 Desember 2020

Pribadi Unggul

Bismillahirrohmanirrohim

Tulisan ini ditemukan dalam file ayahanda Mohammad Agil Ichsan (2 Februari 1935 - 26 September 2020). Beliau seorang guru SMA Negeri III jalan Gentengkali 33 Surabaya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala karuniakan hikmah bagi siapapun yang membacanya.

 Modal Dasar Pribadi Unggul

  • Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Memiliki kejujuran dan dapat dipercaya
  • Memiliki kecerdasan intelektual
  • Memiliki disiplin yang tinggi
  • Memiliki komitmen dan integritas yang tinggi
  • Memiliki daya juang yang tinggi
  • Dapat membedakan yang haq dan yang batil
  • Memiliki kemampuan mengendalikan emosi
  • Memiliki kesabaran
  • Memiliki tenggang rasa
  • Memiliki kepedulian yang tinggi
  • Memilikikepekaaan terhadap liingkungan

Prinsip-prinsip Menjadi Pribadi Unggul
  • Selalu berpikir positif
  • Berpikir sebelum bertindak
  • Bicara berdasar data dan realita
  • Selalu membuat skala prioritas
  • Selalu menetapkan target
  • Selalu mawas diri
  • Tidak pernah berhenti untuk belajar
  • Memegang prinsip win-win solution
  • Memanfaatkan waktu secara efisien
  • Senantiasa bermanfaat bagi orang lain
  • Berupaya menjadi yang terbaik
  • Berusaha menjadi suri tauladan bagi orang lain

Ciri-ciri Pribadi Unggul
  • Memiliki fisik dan mental yang sehat
  • Memiliki gairah hidup yang tinggi
  • Memiliki kepercayaan diri yang kuat
  • Tidak mudah putus asa
  • Memiliki loyalitas yang tinggi
  • Memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi
  • Kaya inisiatif dan kreatif
  • Selalu berpikir ke masa depan
  • Senantiasa berkomunikasi secara baik
  • Bisa melayani teman, bawahan, dan atasan
  • Senantiasa mengembangkan potensi diri

Alhamdulillah
Kebenaran dan kesempurnaan hanya milik Allah Subhanahu wa Ta'ala






Salam BERDAYA

22 Desember 2020

"Ibu Dengarkanlah"

Puisi dan catatan ini ditemukan dalam file ayahanda Mohammad Agil Ichsan (alm).
Beliau seorang guru SMA Negeri 3 Gentengkali Surabaya. 
Puisi ini ditulis oleh seorang murid beliau bernama Bapak Hariyanto (alm).
Atas izin istri Bapak Hariyanto, puisi beserta catatan terkaitnya diunggah
 agar "karyanya bisa dinikmati oleh semua orang."
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala karuniakan ridho-Nya kepada penulis dan pembacanya. 
Aamiin











"Selamat Hari Ibu"

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala karuniakan ampunan kepada kedua orang tua kita. Aamiin.

Selamat Hari Ibu

Ibu, teruslah...

  • mengajarkan anak cinta Allah, Rasulullah, dan Al-Qur'an
  • mengajarkan ketrampilan hidup kepada anak
  • mendukung potensi anak dan memberi rasa percaya diri
  • meneladankan dan mendoakan kebaikan bagi anak


Ibu, mari hindari...

  • mengeluh di depan anak, namun memberi anak pengertian
  • memarahi anak di depan orang lain, bahkan melabel anak
  • membanding-bandingkan anak dengan anak lain
  • menuruti setiap keinginan anak, melainkan memahamkan apa yang baik dan yang buruk baginya

Selamat Hari Ibu, Seseorang yang Dikaruniai Allah 
Kedudukan Utama
tanpa menafikan peran Ayah yang menyebabkan Beliau menjadi ibu 😄😄😄

19 Desember 2020

Kami, Relawan Paliatif

 


Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala karuniakan rahmat dan keberkahan serta ridho-nya kepada para relawan paliatif atas keikhlasannya dalam melaksanakan tugas mulia. Aamiin.

22 Mei 2020

Pilihlah Kendaraanmu untuk Pergi Belajar!

 Bismillahirrohmanirrohiim

Maha Suci Allah yang ilmu-Nya tiada banding, Yang Maha Menciptakan lagi Maha Memelihara,Yang Mencukupi Segala Ciptaannya.

“Tidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk (kepentingan) mu dan menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir dan batin. ... .[QS. Luqman (31):20]

            Allah Subhanahu wa Ta’ala meluaskan lautan. Di dalamnya terkandung kekayaan laut yang berlimpah. Di laut hidup beragam hewan laut yang dapat kita makan, beragam tumbuhan laut, juga terumbu karang. Dari laut dapat kita peroleh garam, mutiara, juga minyak bumi. Allah tundukkan pula lautan sebagai tempat berlayarnya kapal-kapal untuk dikendarai. Allah berfirman: “Tuhanmulah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari karunia-Nya. Sungguh,  Dia Maha Penyayang terhadapmu.” [QS. Al-Israa (17):66]. Lautan diciptakan Allah untuk kepentingan hidup manusia.


     Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan bumi sebagai hamparan  yang kokoh untuk tempat manusia tinggal.   Manusia belajar, berjalan, bercocok tanam, dan beraktivitas lainnya di bumi. Jalan-jalan untuk perhubungan antar daerah dibuka agar manusia bertemu, saling kenal, saling belajar, dan berniaga. Allah berfirman: “(Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan menjadikan jalan-jalan di atasnya bagimu, dan yang menurunkan air (hujan) dari langit”. Kemudian Kami tumbuhkan dengannya (air hujan itu) berjenis-jenis aneka macam tumbuh-tumbuhan.” [QS. Thaahaa (20): 53]



Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan langit sebagai atap bumi. Allah berfirman: “Allah-lah yang menjadikan bumi untukmu sebagai tempat menetap dan langit sebagai atap. ...” [QS. Gaafir (40): 64]. Di  dekat permukaan bumi, Allah anugerahkan lapisan udara troposfer. Lapisan ini mengandung banyak oksigen untuk nafas manusiaDi lapisan ini pula, Allah izinkan pesawat terbang sebagai kendaraan manusia.


  Ketahuilah, Allah ilhamkan kepada manusia dan menolongnya agar mampu membuat beragam kendaraan pengangkut manusia, hewan, dan barang. Lihatlah ada beragam kendaraan di sekelilingmu, bukan? Di laut ada kapal, perahu, rakit. Di darat dapat Kau temukan kendaraan apa saja? Kendaraan yang bergerak di udara, apa saja? 

Insya Allah, di masa depan akan ada kendaraan baru yang berhasil Kau buat atas pertolongan Allah. Allah berfirman bahwa Dia menciptakan apa yang tidak diketahui manusia: “dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai, untuk kamu tunggangi dan (menjadi) perhiasan. Allah menciptakan apa yang tidak kamu ketahui.” [QS. An-Nahl (16):8].


Alhamdulillah.

 Lihat pula: https://erde-matabaru.blogspot.com/2019/01/mengenal-allah-yuk-nak-seri-al-aliim.html

15 Mei 2020

Allah Menyukai Orang yang Mengamalkan Ilmunya

Bismillahirrahmanirrahim


Perhatikanlah dua anak pada foto. Terlihatkah seorang anak membantu temannya  mengikat tali sepatu? Anak itu tahu cara mengikat tali sepatu. Ia melihat temannya kesulitan, lalu dengan sigap membantu.




Dapatkah Engkau mengikat tali sepatu? Mengetahui cara mengikat tali sepatu diperoleh dengan belajar. Mengikat tali sepatu adalah ilmu yang baik dan bermanfaat, maka harus diamalkan. Diamalkan untuk diri sendiri dan diamalkan untuk orang lain.

Bagaimanakah cara mengamalkan untuk diri sendiri? Bila memakai sepatu bertali, maka talinya diikat dengan baik dan benar. Namun, bila talinya diikat serampangan atau tidak diikat, berarti tidak mengamalkan pengetahuan yang dimiliki.


Bagaimanakah pula cara mengamalkannya untuk orang lain? Bisa seperti yang dicontohkan anak pada foto, yaitu membantu teman menalikan sepatu. Bisa pula dengan mengajarkan cara mengikat tali sepatu kepada orang lain yang belum bisa melakukan.

Janganlah berdiam diri bila melihat teman kesulitan mengikat tali sepatu. Janganlah pula berdiam diri bila mengetahui orang lain belum tahu cara mengikat tali sepatu. Ajarkanlah kepada mereka dengan ikhlas. Sehingga mereka menjadi seperti dirimu, tahu cara mengikat tali sepatu. Itulah namanya mengamalkan ilmu kepada orang lain.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyukai orang-orang yang mengamalkan ilmunya dengan ikhlas. Allah akan melapangkan jalan baginya untuk meraih ilmu yang lebih tinggi. Masya Allah, berarti orang yang mengamalkan ilmunya akan semakin pandai, bukan? Tahukah, bahwa orang yang banyak ilmunya akan semakin taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.  Ia semakin patuhpada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Inginkah Engkau menjadi semakin berilmu?

Setiap hari Allah Subhanahu wa Ta’ala menganugerahkan ilmu kepada kita. Cobalah ingat, apa saja yang telah Engkau pelajari di surau di rumah, di kelas? Itulah ilmu karunia Allah.


Rasullullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam berpesan, “Ikatlah ilmu dengan tulisan.” Artinya tulislah ilmu yang dipelajari. Mengapa ilmu ditulis?
· Karena ilmu yang ditulis akan lebih melekat di benak pemilik ilmu;
· Agar kita dapat membaca ulang di kemudian hari. Ilmu yang sering dibaca menjadikan kita semakin paham tentang ilmu tersebut;
· Agar ilmu dapat dibaca orang lain untuk dipelajari.


Teruslah Belajar, Nak!
Teruslah amalkan dengan ikhlas ilmu yang dikaruniakan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadamu.
Ucaplah Bismillahirrahmanirrahim sebelum belajar. Ucaplah Alhamdulillah setelah belajar
Insya Allah, akan Engkau dapatkan ilmu yang penuh keberkahan. Aamiin.”


lihat juga:


Alhamdulillah

08 Mei 2020

Allah Menempatkan Orang yang Berilmu pada Derajat yang Tinggi

Bismillahirrahmanirrahim


“Dapatkah Kau baca Surat Al-’Alaq ayat 1 sampai 5, Nak”?


Itulah ayat-ayat Al-Qur’an yang pertama kali diturunkan kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Diawali dengan Iqro’, artinya Bacalah!
Apa yang dimaksud “Bacalah!”? Maksud “Bacalah!” adalah belajar. Belajar adalah kegiatan membaca lalu dilanjutkan berpikir agar paham. Setelah paham, kita  jadikan sebagai petunjuk dalam perbuatan menuju ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.      
Kita harus belajar apa? Belajar Al-Qur’an!1) Pada Al-Qur’an terkandung ilmu tentang agama Allah Subhanahu wa Ta’ala, satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi. Al-Qur’an adalah pedoman kita dalam menjalani kehidupan agar berada dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.  “Pada Al-Qur’an termuat berbagai macam ilmu pengetahuan yang merupakan penopang kehidupan seluruh umat manusia” (Ensiklopedi Mukjizat al-Qur’an dan Hadis No.7 hal.4)


Kita dapat menggali sebanyak-banyaknya ilmu pengetahuan itu dengan cara mempelajari ciptaan-Nya. Kemanapun mata memandang, kita melihat ciptaan Allah. Bumi dengan segala isinya, dan benda-benda langit yang terdapat di ruang angkasa.2)  Termasuk mempelajari diri sendiri yang telah Allah ciptakan dalam bentuk sebaik-baiknya.3)
Alam semesta termasuk kita merupakan bukti kekuasaan, keagungan, dan keindahan Allah Yang Maha Pencipta. “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? [QS. Fusshilat (41): 53]. Mempelajari berbagai ciptaan Allah akan menambah keteguhan iman bahwa manusia diciptakan semata-mata untuk beribadah kepada  Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Bagaimana cara mempelajari alam semesta dan diri sendiri? Dengan cara memperhatikan, meneliti, merenungkan, mengingat, juga membaca karya tulis para alim ulama serta ilmuwan. Allah memberi ilmu kepada orang-orang yang belajar. Allah menempatkan orang-orang yang berilmu pada derajat yang tinggi. “... Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat. dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan”. [QS. Al-Mujaadalah (58): 11]

Allah Maha Mengetahui.
Agar manusia dapat belajar, Allah menganugerahkan pendengaran, 
penglihatan, hati (qolbu), dan kemampuan berpikir (akal/al-’aql). 
Masya Allah, betapa Allah menyayangi kita.

 Bacalah: 1)  Seri Al-Kariim halaman 2;
2)  Seri Al-Malik; 
3)  Seri al-Khaaliq.



01 Mei 2020

Al-'Aliim

Bismillahirrahmanirrohim



Allah Maha Mengetahui

Allah Pencipta segala sesuatu.
Ia mengetahui segala sesuatu yang diciptakan-Nya.
Baik yang nampak, yang tersembunyi, atau yang samar,
Allah mengetahui segala sesuatu secara terperinci.
Ilmu Allah maha luas, tak terjangkau akal pikiran.
Seandainya lautan menjadi tinta untuk menulis ilmu Allah,
pasti tidak cukup untuk menulisnya meski ditambah sebanyak itu pula.
Karena Rahmat-Nya, Allah membagi sedikit ilmu-Nya
kepada makhluk-Nya, termasuk manusia.
... Yaa Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku[QS. Thaahaa (20):114]






lihat pula:


23 April 2020

Peraga Makanan / Food Models

Bismillahirrohmanirrohim



PERAGA MAKANAN/FOOD MODELS adalah contoh makanan/bahan makanan yang dibuat menyerupai sesungguhnya. Dapat digunakan sebagai media/alat bantu untuk:
    ü memberikan penyuluhan qizi oleh petugas gizi/kesehatan;

    ü peraga dalam proses belajar mengajar di sekolah kejujuruan terkait.

Pendidik pada jenjang pendidikan anak usia dini ataupun sekolah dasar dapat pula menggunakan      sebagai media untuk:

       1. Mengenalkan beragam manfaat makanan, buah, dan sayur agar anak-anak menyukai                       makanan yang sehat dan bersih;
      2.  Alat permainan untuk bermain peran;
      3. Peraga/contoh untuk aktivitas  menggambar makanan, buah, atau sayur.


Jenis makanan/bahan makanan dalam PERAGA MAKANAN/FOOD MODELS dibagi dalam beberapa kelompok berdasarkan kandungan zat gizinya
yaitu:
A.  Sumber Zat Tenaga: Makanan ini diperoleh dari bahan makanan pokok yang  biasanya    paling banyak dikonsumsi sehari-sehari setiap individu dan memberikan sumbangan energi paling banyak dalam sehari.
B. Sumber Zat Pembangun: Makanan ini berasal dari hewani dan nabati yang banyak mengandung protein.
C.  Sumber Zat Pengatur: Merupakan bahan makanan sumber vitamin dan mineral yang di dalam tubuh berperan melancarkan bekerjanya fungsi-sungsi organ tubuh.

Isi 50 macam PERAGA MAKANAN/FOOD MODELS
Terbuat dari bahan resin

Tersedia di Taman APE