11 September 2017

Bricolage: "Sholat Yuk, Nak"

Bricolage: "Sholat Yuk, Nak"

Arti dari bricolage: Meminjam dari Perancis bricolage (dihitung dan tak terhitung, bricolages jamak) (terhitung) Konstruksi menggunakan apa pun yang tersedia.


Merupakan kewajiban kita untuk menumbuhkan kecintaan anak dalam mendirikan sholat.
Insya Allah alat permainan untuk anak berikut ini dapat membantu kewajiban kita tersebut.

Menggunakan bahan yang tersedia di rumah dan anak dapat dilibatkan untuk ikut serta membuat.

Bahan dan alat:
1. Pola untuk dirakit (tersedia)
2. Benang yang cukup kuat
3. Lem
4. Karton tebal bekas
5. Gunting
6. Alat cocok dan alasnya

Langkah membuat:


1. Buatlah pola semacam ini.















2. Gunting pola lalu tempelkan pada karton tebal bekas


3. Gunting pola menjadi seperti ini. Pasangkan angka yang sama.

4. Buatlah lubang pada setiap angka. Lalu masukkan benang pada salah satu angka yang sama

5. Rangkaikan dengan angka yang sama. 

6. Lakukan hal serupa pada semua bagian pola, sehingga menjadi utuh. pastikan bahwa setiap persedian (bagian sambungan) dapat digerakan)

 

7. lekatkan pola utuh pada sajadahnya.


Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada kita. Aamiin.

Salam BERDAYA.

21 Mei 2015

Mengamati Perkecambahan

Kebutuhan setiap anak: 1 gelas plastik bening bernama si anak; 5 butir kacang hijau; kapas; kertas lembar pengamatan; kertas mewarnai pertumbuhan biji kacang hijau.

Langkah-langkah:
Proses menanam:
1. anak diajak mengucapkan bismillah
2. anak meletakkan kapas di dasar gelas secara rapi
3. anak mengambil 5 butir biji kacang hijau dengan cara mengambil satu demi satu sambil menghitung dengan bersuara
4. anak meletakkan biji-biji di kapas dengan hati-hati
5. anak menyiram biji-biji dengan 1 sendok air

 Proses  mengamati:
1. setiap pagi dan sore anak diajak mengamati perkembangan biji dan bila perlu menambah air
2. pada setiap pengamatan anak diajak berdialog apa yang dilihat
3. anak diajak mencermati, mengukur, mencatat dan menggambar bentuk perubahannnya. 
Foto: Iim sedang serius mengamati pertumbuhan kecambahnya. Nadin mencatat hasil pengamatan dan membuat gambarnya.

Mengukur tinggi pertumbuhan kecambah dilakukan setiap pagi.

Menggambar merupakan salah satu hal yang menantang imajinasi untuk menuuangkan hasil pengamatan dalam gambar. Bagi anak-anak inI bukan hal mudah.

Penanaman nilai agama:
Ketika kepada anak-anak diberikan pertanyaan, "siapa yang menumbuhkan tanaman kacang hijau ini?"  Anak-anak menjawab, "saya".
Pertanyaan semacam itu dapat kita jadikan sebagai pintu masuk untuk menumbuhkan pemahaman bahwa sesungguhnya Allah yang Maha Kuasa yang menumbuhkan tanaman. Atas izin Allah, biji-biji yang ditanam oleh anak-anak dapat tumbuh menjadi tanaman.

Dalam proses pertumbuhan biji ditemukan biji yang tidak dapat tumbuh menjadi tanaman bahkan membususk. Hal ini juga merupakan pintu untuk menguatkan pemahaman tentang kuasa Allah. Bila Allah  menghendaki biji kacang hijau untuk tidak tumbuh, maka biji tersebut akan membusuk.

Alhamdulillah anak-anak mampu memahami. Peran anak-anak adalah menanam dan menyirami, merawat. Allah yang Maha Pengasih dan Penyanyang  menumbuhkannya menjadi tanaman.


Foto: Rico membawa gelas berisi tanaman kecambahnya.











Salam BERDAYA!

03 Januari 2015

Parade Karya Seni Imi

Taman APE mempersembahkan sejumlah karya seni Fatma Diana Silmi yang biasa dipanggil Imi. 

















Salam BERDAYA!

28 Desember 2014

Mari Ajak Anak Membaca Buku agar Terhalang Masuk dalam Kebodohan

Mari fasilitasi anak-anak kita untuk gemar membaca buku agar mereka terhalang masuk dalam kebodohan. di Taman APE tersedia beragam buku bacaan yang insya Allah dapat memperkaya ilmu dan pengetahuan pembacanya.

Ada buku untuk anak usia dini, untuk anak sekolah dasar, untuk anak sekolah lanjutan, bahkan untuk para pendidik. Siapapun Anda yang berminat dapat berkunjung ke Taman APE untuk membaca buku-buku tersebut, seperti anak-anak yang terlihat asik membaca pada foto-foto terlampir.

Mengapa membaca?

Membaca memberi banyak manfaat. Membaca merupakan perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-‘Alaq (96) ayat 1, lafalnya  "Iqro’ bismi robbikal-ladzi kholaqo",  artinya "Bacalah dengan nama robb (Tuan, Tuhan) kamu (yakni Allah) yang menciptakan."

Apa yang dibaca? Dikatakan dalam Al-Qur’an surat Al-Muzzamil (73) ayat 20, lafalnya "…Faqro-u ma tayassaro minal-qur’an…”, artinya  "…Maka bacalah apa yang mudah (bagi kalian) dari Al-Qur’an…."






Dalam Al-Qur’an terkandung ayat-ayat Allah, dan ayat-ayat Allah tidak hanya ada di dalam Al-Qur’an. Dikatakan dalam Al-Qur’an surat Ar-Rum (30) ayat 20, lafalnya "Wa min ayatihi an kholaqokum min turobin tsumma idza antum basyarun tantasyirun", artinya,  "Dan sebagian dari ayat-ayat Alloh adalah Dia menciptakan kalian dari tanah lalu kalian (menjadi) manusia yang berkembang biak"  dan ayat-ayat yang lain yang semisal dengan ayat ini menunjukkan bahwa makhluk (ciptaan) Alloh adalah juga ayat-ayat Allah.

Dari ayat-ayat itu dapat ditarik hikmah bahwa perintah membaca yang dimaksud dalam surat Al-‘Alaq (96) ayat 1 itu adalah perintah membaca ayat-ayat Allah baik yang ada di dalam Al-Qur’an maupun yang ada di alam semesta yakni berupa makhluk-makhluk-Nya. Maka  “membaca ayat-ayat Allah” adalah termasuk suatu amal Islami (amalu sholeh).  [Dan buku yang terbaik, tertinggi dan paling berharga adalah Kitab suci Al-Quran]
 


Berikut inilah ke-11 manfaat gemar membaca:
  1. Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan.
  2. Membaca menjadikan seseorang terhalang masuk dalam kebodohan.
  3. Membaca menjadikan seseorang dapat mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata.
  4. Membaca membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir.
  5. Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori serta pemahaman.
  6. Membaca menjadikan seseorang dapat mengambil manfaat dari pengalaman orang lain, seperti mencontoh kearifan orang bijaksana dan kecerdasan para sarjana.
  7. Membaca dapat menuntun seseorang menuju kebaikan dan menjauhkan dari kejahatan, melalui membaca  buku-buku yang baik, yang ditulis oleh para penulis muslim yag saleh. 



Kegemaran membaca akan terbentuk bila anak-anak dibiasakan untuk bersentuhan dengan beragam buku semenjak usia dini. Buku-buku bergambar aneka warna akan mampu menarik minat anak usia dini atau pembaca pemula untuk membacanya. Secara bertahap dapat diberikan buku-buku yang memuat teks.


Ayo ke Taman APE

Salam BERDAYA!

Sebagian tulisan di atas dikutip dari: (Dr.’Aidh bin Abdullah al-Qarni, MA - - dalam best seller book  “DONT BE SAD” )
Muhammad Ali Hasan, S.Psi, Alumni Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta (2002-2006)
Republika on line, Kamis, 26 Januari 2012, 09:46 WIB