Tampilkan postingan dengan label teruslah belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teruslah belajar. Tampilkan semua postingan

29 Desember 2017

Mengenal ALLAH, Yuk Nak: Seri ALLAH

Bismillahirrahmanirrahim,



ALLAH
(Dialah) Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia.
Dia mempunyai nama-nama yang terbaik. [QS. Thaha (20): 8]

Mengenalkan Allah kepada anak semenjak dini, insya Allah akan menumbuhkan keimanan yang kokoh. Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlakul kharimah. Salah satu caranya melalui pengenalan Asma’ul Husna. Ia adalah nama-nama agung yang dengannya Allah disifati dan digelari.
Pilihan materi seri ALLAH dimaksudkan untuk:
· Menumbuhkan pengetahuan anak bahwa Allah pencipta, pemilik, penguasa, dan pengatur seluruh makhluk;
· Menumbuhkan pengetahuan anak bahwa Allah memberi rahmat dan nikmat kepada seluruh makhluk;
· Mengasah kepekaan anak atas kasih sayang Allah dalam setiap aspek kehidupan;
· Meneladankan dan mengajak anak untuk menjadikan Allah sebagai Dzat yang berhak diibadahi.

Dengan ilmu yang terbatas, serial ini merupakan upaya penulis mengajak anak pada pengenalan tentang Allah: pengetahuan seputar asma’, sifat, dan perbuatan-Nya. Ditujukan untuk anak usia 4-9 tahun, melalui aktivitas bermain, pembiasaan, dan keteladanan.
Sebagian materi telah dilakukan anak-anak di Taman APE maupun kelompok anak lainnya. Jika berkenan, Anda, orangtua maupun pendidik dapat  pula  menggunakan lembaran ini.

Berikut ini lembaran Serial "Mengenal ALLAH, Yuk Nak". Terdapat 11 lembar termasuk sampul depan. Jika menginginkan dalam format pdf, silakan menghubungi kami. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala membimbing kita, para orangtua serta pendidik. 


















































Alhamdulillah

28 Desember 2014

Bunga Teratai untuk Kecerdasan dan Kreativitas Anak

Di Taman APE,  anak-anak juga bermain bunga teratai. Mulai dari membuat bunga teratai berbagai ukuran, menghias dengan beragam warna dan gambar, hingga meletakkannya dalam kolam baskom agar mekar. Mereka berkompetisi dalam menghias bunga teratai serta menghitung kecepatan mekar bunganya.
Alhamdulillah, Insya Allah banyak pengetahuan serta ketrampilan yang anak-anak dapatkan melalui aktivitas bermain bunga teratai. 



Ragam aktivitas yang dapat dilakukan anak-anak saat bermain bunga teratai, antara lain:




















  1. melipat
  2. menggunting;
  3. menulis
  4. menggambar
  5. mewarna
  6. meletakan
  7. mengamati
  8. menyebutkan
  9. membandingkan 
  10. mengkomunikasikan


Berminat dengan permainan bunga teratai? Mari lakukan langkah-langkah berikut.
Sediakan:

  1. kertas berbentuk bujur sangkar
  2. gunting
  3. air dalam ember
  4. spidol
jika mungkin, gunakan kertas beragam jenis, misalnya kertas HVS, kertas lipat, kertas koran, kertas bekas stofmap, bahkan kertas artpaper.  Masing-masing kertas mempunyai daya serap air yang berbeda. Hal ini menjadikan bunga teratai mempunyai kecepatan mekar yang berbeda, bahkan cenderung tidak mekar (untuk jenis kertas artpaper). Tujuannya membangkitkan rasa ingin tahu anak untuk bertanya.

Langkah-langkah membuat bunga teratai: 

 


Letakkan bunga teratai di air dengan bagian yang terlipat di sisi atas, dan lihatlah yang terjadi.
Selamat bermain bunga teratai.
 Ayo Ke Taman APE

Salam BERDAYA!

02 November 2014

Menjadi Orangtua Hebat dalam Mengasuh Anak

Menjadi Orangtua Hebat adalah bacaan untuk siapapun, terutama Anda yang bergerak dalam dunia pendidikan anak usia dini. Terdiri dari Seri 1, 2, dan 3.
"Banyaknya kegagalan dalam pengasuhan anak, bukan karena  kurangnya kasih sayang orang tua pada anak, melainkan karena sebagian orang tua tidak tahu bagaimana cara mengasuh yang baik dan benar. Padahal orang tua adalah orang yang mempunyai peranan penting dalam
proses asuh, asah dan asih bagi anak-anak mereka. 
Untuk menjadi orang tua yang hebat tentunya tidaklah mudah. Tidak ada kelas khusus secara formal bagi orangtua untuk mendidik dan membesarkan anak-anaknya.
Perhatian terhadap pengasuhan anak terutama bagi anak usia dini 0-6 tahun telah banyak dilakukan oleh berbagai sektor, baik itu pemerintah, swasta maupun masyarakat. 
Pemerintah juga telah mengeluarkan Peraturan Presiden no 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif untuk menjamin pemenuhan hak tumbuh kembang anak usia dini yang mencakup upaya peningkatan kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, perlindungan, kesejahteraan dan rangsangan pendidikan yang dilakukan secara simultan, sistematis, menyeluruh, terintegrasi dan berkesinambungan..." (Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D, SpGK)
 
Tersedia di Taman APE

Salam BERDAYA!

05 Oktober 2014

Terdapat Keindahan Di Setiap Karya Anak, Mari Kita Hargai

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berlomba-lomba menghasilkan karya yang bermanfaat. Rasulullah SAW. bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain.” Hadis ini mengisyaratkan kita, umat Islam, untuk bekerja keras dan beretos kerja tinggi untuk berkarya sesuai dengan bidang dan kemampuan kita masing-masing untuk kejayaan dan kemaslahatan umat (Islam).
Sesungguhnya TuhanYang Maha Kuasa mengkaruniakan beragam potensi kepada setiap orang yang dilahirkan, di antaranya potensi berkarya. Saat seseorang dilahirkan telah dilengkapi dengan 100 milyar sel otak yang siap untuk dikembangkan hingga mencapai tingkat perkembangan potensi tertinggi. Kajian para ahli menemukan bahwa perkembangan otak seseorang mencapai kapasias tertinggi, yaitu 50% pada masa usia dini. Tuhan Maha Besar, telah menjadikan masa usia dini sebagai masa terbaik bagi pertumbuhan dan perkembangan seseorang.  Itulah sebabnya, potensi berkarya seseorang penting untuk dikembangkan semenjak usia dini, yaitu masa usia 0-6 tahun.  

Apa yang dapat kita lakukan agar potensi berkarya seorang anak dapat terus berkembang?  Potensi berkarya seorang anak akan terus berkembang jika kita

1) memupuk dan melatihnya. Seseorang yang bersungguh-sungguh dalam belajar dan berlatih maka akan mampu menghasilkan suatu karya yang bermanfaat, tidak hanya bagi dirinya, melainkan juga bagi masyarakat. Mari fasilitasi anak untuk berinteraksi dengan beragam media agar ia berkesempatan untuk: a) belajar tentang beragam hal di sekitarnya; b)  menggunakan segenap perangkat tubuhnya untuk melakukan beragam aktivitas; c) mengasah kemampuan sosial emosionalnya dalam bergaul dengan teman sebaya.
2) menghargai setiap karya yang dihasilkan. Hasil karya seorang anak  merupakan ekspresi seluruh potensi kecerdasan, ketrampilan, serta ungkapan nuraninya.   Sebagai aktualisasi bahwa ia seorang yang mempunyai semangat, kerja keras, ulet dan tekun, tidak kenal putus asa, disiplin, rajin dan optimis akan berhasil.


Bagaimana cara kita menghargai karya seorang anak?
1. Mengakui dan menghormati kemampuan dan kreatifitas anak dalam berkarya. Setiap anak memiliki kemampuan masing-masing sesuai tingkat perkembangan serta minatnya.  Dengan kemampuannya itulah,  ia berkreatifitas untuk menghasilkan sebuah karya. Sepatutnyalah kita  mengakui dan menghormati kemampuan seorang dalam menghasilkan karya. 
2. Mengucapkan kata-kata yang menyenangkan berupa pujian atau memotivasi terhadap karya yang dihasilkan. Kekuatan kata-kata sangat besar pengaruhnya terhadap sikap mental dan psikis seorang anak. Kata-kata yang memberi semangat, pujian, atau memotivasi akan meresap dalam alam bawah sadar si anak dan memberikan kekuatan untuk berkarya lebih baik lagi. Karena itu, bila kita melihat seorang anak, ucapkanlah kata-kata yang menyenangkan hatinya, apalagi jika faktanya memang karya tersebut bagus.

jika seorang anak merasa karyanya dihargai, maka akan semakin termotivasi untuk menghasilkan karya yang lebih baik lagi. Sebaliknya, jika seorang anak   merasa karyanya tidak dihargai,  ia dapat menjadi putus asa untuk berkarya lagi. Ia akan merasa tidak percaya diri untuk berkarya, apalagi jika karya yang tidak dihargai itu adalah karya pertamanya. Respon positif atau negatif dari lingkungan sekitar anak terhadap hasil karyanya akan memberikan dampak yang besar bagi perkembangan diri dan kreatifitasnya.




foto-foto: kegiatan anak di Taman APE:
Merancang Bangun Lalu Lintar, Menggunting Tempel Akuarium, dan Melukis  


Salam BERDAYA! 

14 September 2014

Bermain dapat Menjadi Langkah Awal dari Suatu Pekerjaan yang Sebenarnya

Anak-anak di Taman APE 
Bermain merupakan kebutuhan anak yang harus dipenuhi.  Saat bermain, anak akan menunjukkan kemampuan dan rasa percaya dirinya. Aktivitas bermain memberi anak kesenangan dan kepuasan, juga mengembangkan potensi berkarya anak.

Anak-anak di Taman APE
Bermain dapat menjadi langkah awal dari suatu pekerjaan yang sebenarnya. Karena itu, bermain merupakan sarana pendidikan yang tepat untuk mempersiapkan anak  melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sebenarnya di masa mendatang. 
Anak-anak di Taman APE
Saat anak bermain, kita dapat mengetahui kepribadian si anak dan potensi yang ia miliki. 

Mari luangkan waktu untuk mengamati anak yang sedang bermain.






Ayo ke Taman APE

Salam BERDAYA!