28 April 2012

APAPUN PEKERJAAN KITA, MARI LAKUKAN DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH

Kita tahu, bahwa Hari Buruh Internasional diperingati setiap tanggal 1 Mei. Namun tahukah kita dasar pemilihan tanggal 1 Mei tersebut? 

Berawal pada bulan April tahun 1886. Ratusan ribu pekerja di AS bergabung dalam organisasi pekerja Knights of Labour untuk menghentikan dominasi kelas borjuis. Perjuangan mereka menemukan momentumnya di kota Chicago. Chicago memang menjadi pusat pengorganisiran serikat-serikat pekerja di AS. Mereka telah melakukan propaganda menuntut kerja "delapan jam sehari". Saat itu mereka diharuskan bekerja 12-15 jam sehari. 

Menjelang Mei, puluhan ribu pekerja buruh mogok. Kondisi ini mengakibatkan kondisi perindustrian di Chicago lumpuh. Pada 1 Mei 1886 Federasi Buruh Amerika mengoordinasi sekitar 350.000 buruh untuk melakukan pemogokan di banyak tempat di Amerika Serikat. 

Pada 3 Mei, terjadi insiden penembakan terhadap 14 orang buruh pabrik McCormick oleh polisi. Sedangkan puluhan lainnya luka-luka. Insiden ini memicu reaksi keras dari para buruh. Puncak insiden terjadi pada 4 Mei 1886. Aksi buruh dipusatkan di lapangan Haymart. Pada awalnya aksi ini berjalan damai. Namun tiba-tiba sebuah bom meledak di dekat barisan polisi. Seorang polisi tewas dan belasan terluka. 

Polisi menduga para buruhlah yang menjadi dalang di balik insiden pengeboman tersebut. Polisi melakukan serangan balasan dengan menembaki kerumunan buruh yang masih ada di lapangan Haymart. Banyak yang terluka maupun tewas. Meski tidak diketahui siapa yang melakukan pengeboman pada akhirnya pemerintah melakukan tindakan keras pada aktivis buruh. Hampir semua tokoh buruh ditangkap. Pengadilan digelar untuk mereka. Delapan orang aktivis diberi hukuman gantung. Sedangkan aktivis lainnya yang dijatuhi hukuman penjara. 

Masyarakat luas merespon hasil pengadilan tersebut dengan kemarahan. Pengadilan AS dituding korup dan lebih memihak kaum pengusaha. Unjuk rasa untuk menuntut pembebasan para aktivis buruh pun digelar. Akhirnya pada 1893, tiga orang aktivis dibebaskan. 

Untuk menghormati pengorbanan para martir yang rela mati untuk memperjuangkan nasib buruh, kongres sosialis dunia di Paris pada Juli 1889 menetapkan 1 Mei sebagai hari buruh sedunia. 

Bulan Mei dipilih mengingat pada bulan itulah terjadi puncak momentum dari perjuangan serikat buruh sekaligus sebagai simbol kesatuan dari ratusan ribu kelas pekerja di AS yang bergabung dalam organisasi pekerja Knights of Labour. Sejak saat itu pula warna merah dikibarkan untuk menghormati tumpah darah mereka. Hari buruh kemudian populer dengan sebutan Mayday. 

Salam BERDAYA!

Tidak ada komentar: