14 Maret 2009

Musik/Nyanyian sebagai Perangkat Pembelajaran

Konsep memanfaatkan lagu sebagai perangkat pembelajaran sudah lama dikernal. Bagi anak usia dini urutan alfabet lebih cepat dikuasai dengan mengajarkannya lewat lagu ”Aku Tahu ABC”. Anak mudah mengingat berbagai informasi yang disampaikan melalui musik atau lagu. Apalagi bila lagunya telah akrab pada telinga mereka. Hingga usia dewasa pun pengalaman belajar semasa kanak-kanak yang dikemas dengan lagu tetap berkesan dalam ingatan.

Implementasi kecerdasan jamak (multiple intelegence), dapat memanfaatkan musik sebagai metode pembelajaran yang efektif. Misalnya, lagu: Kapal Api, atau Ambilkan Bulan, Bu; dapat digunakan untuk menanamkan kecerdasan natural. Dengan lagu Satu Ditambah Satu, anak usia dini lebih mudah memahami konsep bilangan (kecerdasan kognisi). Apalagi untuk melatih kecerdasan kinestetik/fisik. Cukup banyak lagu anak-anak yang dapat dipakai sebagai pengiring dalam kegiatan senam ritmik. Guru tinggal memilih lagu anak-anak yang sesuai dengan kecerdasan jamak dan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Dengan sendirinya, pendidik anak usia dini harus menguasai repertoir lagu anak-anak yang memadai.

Kecerdasan musik/ritmik berperan penting untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan (joyful learning). Maka tidak heran jika tayangan acara pendidikan di beberapa stasiun TV dikemas dengan nyanyian untuk menarik minat pemirsa anak-anak (Program TV Sesame Street).





Pelatihan Mengenal Ritme dan Lagu Anak pada Program APE Shopping Festival 2009, Sabtu 14 Maret.

Tidak ada komentar: